Etika Batuk Menurut WHO yang Benar dalam Kesehatan

AidaAzryn.com | Kali ini admin akan membahas Etika Batuk Menurut WHO yang Benar dalam Kesehatan. Setiap dari kita pasti ingin tubuh yang sehat dan terhindar dari penyakit sehingga dengan cara apapun akan kita lakukan. Salah satu caranya adalah sebisa mungkin menjauhkan jangkauan tubuh dari lingkungan yang tidak sehat seperti menjaga diri dari orang yang sedang batuk dan pilek. Batuk dan pilek adalah penyakit yang mudah untuk ditularkan karena penyakit yang satu ini dikeluarkan lewat udara yang mereka keluarkan saat batuk dan pilek. Maka tak jarang beberapa dari kita merasa jengkel dengan orang – orang yang batuk dengan sembarangan. Sebaiknya anda dapat memberi tahu mereka etika batuk menurut WHO yang benar dalam kesehatan yang akan dibahas kali ini.

Logo WHO - World Health Organisation

Logo WHO – World Health Organisation

Batuk yang notabenenya adalah penyakit yang paling umum ini disebabkan oleh bakteri yang masuk dalam tubuh. Namun, bakteri bukan satu satunya penyebab flu dan batuk. Penyebab lainnya adalah batuk karena alergi yang diderita. Tetapi apapun penyebab batuk dan flu, anda wajib mengerti Etika batuk menurut WHO yang benar sehingga tidak semakin banyak yang tertular dengan virus dari batuk anda. Maka berikut SAP etika batuk yang dikeluarkan dari kesehatan.

Baca Juga : Penjelasan SAP Batuk dan Bersin yang Benar

 

Etika Batuk Menurut WHO

Etika Batuk yang Benar Dalam Kesehatan

Etika Batuk Menurut WHO yang Benar dalam Kesehatan

Etika Batuk Menurut WHO yang Benar dalam Kesehatan

  1. Tutup daerah hidung dan mulut. Saat rasanya hidung ingin bersin atau mulut akan batuk maka biasakan untuk menutupnya dengan tisu. Segeralah membuang tisu bekas bersin atau batuk anda ke tempat sampah. Jangan biarkan berserakan di lingkungan umum yang tentunya akan menggangu kenyamanan orang lain.
  2. Tutup dengan lengan. Jika anda tidak dalam kondisi menyiapkan tisu untuk menghalau bersin dan batuk yang keluar maka anda bisa menggunakan lengan anda untuk segera menghalau bersin dan batuk yang akan keluar.
  3. Bersihkan tangan. Maka selanjutnya jika anda merasa sudah dalam kondisi yang tidak akan batuk dan bersin anda dapat segera mencuci tangan anda ke kamar mandi yang paling dekat dengan posisi anda saat ini.
  4. Bersihkan dengan gel pembersih. Jika posisi kamar mandi terlalu jauh untuk membersihkan tangan maka sebaiknya selalu sediakan gel pembersih tangan atau yang disebut dengan handsanitizer. Setidaknya handsanitizer mampu mengurangi bakteri yang ada pada tangan anda ketika batuk dan bersin.

Baca Juga : Contoh Poster dan Leaflet “Etika Batuk”

 

Cara Mengatasi Batuk

  1. Istirahat yang Cukup

Bagi anda yang sudah beranjak dewasa mungkin sudah lebih mengerti kapan harus beristirahat. Karena istirahat adalah cara untuk mengumpulkan kembali energi yang sudah kita keluarkan. Namun, bagi si buah hati yang berada dalam jenjang umur yang aktif biasanya akan sangat susah untuk istirahat sehingga akan membuatnya mudah terkena batuk dan batuk pada anak tak kunjung sembuh jika semakin dibiarkan. Maka buat jadwal buah hati untuk istirahat dan bermain agar menghindari batuk pada bayi.

  1. Minum yang Cukup

Minum yang Cukup sebagai Cara Mengatasi Batuk

Minum yang Cukup sebagai Cara Mengatasi Batuk

Kebutuhan manusia setelah makan adalah minum. Memenuhi kebutuhan air dalam tubuh sangat wajib kita lakukan. Apalagi untuk mengatasi batuk. Karena dengan minum tubuh tidak akan dehidrasi karena kekurangan air. Dehidrasi adalah salah satu penyebab batuk yang anda derita dan terkadang kurang minum juga menyebabkan penyakit yang cukup serius seperti gagal ginjal. Terlalu banyak minum air putih juga tidak baik, maka yang baik adalah minum yang cukup.

Baca Juga : Mengobati Batuk Kering yang Tak Kunjung Sembuh

  1. Jaga Lingkungan Agar Tetap Sehat dan Bersih

Cara ini sangat tepat dilakukan, anda dapat menghindari tempat – tempat yang tidak sehat dan banyak polusi. Beberapa dari anak juga biasanya memiliki alergi pada lingkungan yang kotor atau lingkungan penghasil asap dan debu terbanyak. Maka sebisa mungkin jauhkan anak agar alergi pada anak tidak meembuatnya menjadi batuk.

  1. Hindari Alergen

Jika anda memiliki riwayat alergi dan alergi anda biasanya akan mengakibatkan batuk maka sebaiknya jauhi hal – hal penyebabnya. Biasanya alergi ini sudah dimiliki sejak masa anak – anak. Beberapa contoh alergi yang biasanya diderita adalah alergi pada bayi terhadap susu sapi, alergi susu sapi bisa sembuh bila di terapi dengan baik. Batuk alergi pada anak lainnya adalah alergi dingin yang juga dimiliki orang dewasa. Dan yang paling tak disadari adalah alergi antibiotik, penderita biasanya sangat susah ditemukan namun pasti ada.

Baca Juga : Proses Terjadinya Batuk Berdahak

Nah, cukup sekian pembahasan admin mengenai Etika Batuk Menurut WHO yang Benar dalam Kesehatan, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!