Ciri DBD Pada Anak, Bayi, dan Orang Dewasa

Ciri DBD Pada Anak, Bayi, dan Orang Dewasa merupakan bahasan menarik. Penyakit demam berdarah dengue atau yang disingkat dengan dbd merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kematian. Beberapa pakar percaya bahwa kemungkinan penyebab dbd adalah virus dengue. Virus dengue ini hanya bisa masuk dan menyebar dalam tubuh hanya melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Gejala awal dbd dapat dilihat dari penderita akan mengalami demam yang tinggi dan mampu mencapai suhu tubuh hingga 41 derajat celcius. Namun, apakah terdapat ciri-ciri yang signifikan pada usia yang berbeda? Berikut ini akan dibahas mengenai ciri dbd pada bayi, ciri dbd pada anak dan orang dewasa.

 

Ciri Demam Berdarah

Ciri Ciri DBD Pada Bayi

Demam Tinggi

Demam Tinggi sebagai Ciri Ciri Orang Terkena Penyakit Demam Berdarah

Demam Tinggi sebagai Ciri Ciri Orang Terkena Penyakit Demam Berdarah

Ciri dbd pada umumnya akan mengakibatkan penderita mengalami demam yang sangat tinggi. Kondisi dimana suhu tubuh meningkat drastis adalah efek yang timbul dari kalahnya perlawanan dari tubuh melalui sistem kekebalan tubuh dalam melawan serangan virus dengue. Selain itu, beberapa gejala yang umum akan dialami penderita dari segala usia adalah timbulnya bintik merah atau ruam pada beberapa bagian tubuh.

Ruam Merah

Ciri ciri dbd pada bayi selain mengalami demam tinggi hingga suhu tubuh mencapai 41 derajat dan munculnya ruam pada bagian tubuh adalah bayi akan mengalami penyakit penyerta lain. Penyakit penyerta lain salah satunya adalah batuk pilek. Beberapa artikel dan jurnal kedokteran mengatakan bahwa beberapa bayi akan mengalami batuk pilek saat demam berdarah menyerang tubuh. Hal ini karena batuk pilek dan juga demam berdarah terjadi karena serangan virus, walaupun jenis virusnya berbeda namun sistem imun yang sudah menurun akan mengakibatkan bayi rentan terhadap penyakit lain.

Baca Juga : Ciri Nyamuk Demam Berdarah, Aedes Aegypti

Diare

Gejala dbd pada bayi selanjutnya adalah penyakit penyerta seperti diare. Bayi yang menderita penyakit demam berdarah dengue akan disertai dengan diare. Hal ini karena saat demam berdarah menyerang tubuh bayi maka virus tersebut akan mengganggu sistem pencernaan bayi, sehingga sistem pencernaan yang terhambat cara kerjanya akan membuat makanan tidak diolah dengan benar. Hal inilah yang akan membuat sistem pencernaan dalam perut terinfeksi dan bayi mengalami penyakit penyerta seperti diare.

 

Ciri Ciri DBD pada Anak

Step atau Kejang Kejang

Ciri ciri dbd pada anak yang pertama adalah anak akan mengalami step atau kejang-kejang. Kejang kejang dapat terjadi karena tubuh tidak dapat menahan kondisi suhu tubuh yang ekstrem. Saat anak sedang mengalami demam yang mencapai 41 derajat dan tubuhnya tidak dapat menahan panas tersebut, maka efek yang timbul adalah anak akan mengalami kejang-kejang.

Hepatomegali

Hepatomegali sebagai Ciri DBD pada Anak

Hepatomegali sebagai Ciri DBD pada Anak

Ciri dbd pada anak adalah anak akan mengalami hepatomegali. Istilah hepatomegali akrab dalam dunia kedokteran yang berarti pembengkakan hati. Saat anak sedang menderita penyakit demam berdarah dengue, maka virus dengue juga akan menyerang hingga sel hati manusia. Anak yang mengalami hepatomegali maka ukuran sel hatinya akan melebihi ukuran yang normal. Serangan dari virus dengue yang perlahan lahan menyerang hati akan membuat hati dari sang anak lama-lama membengkak dan membesar.

Baca Juga : Info Lengkap Demam Berdarah dan Pengobatannya

Kebocoran Plasma Darah

Ciri ciri penyakit dbd pada anak adalah anak akan mengalami kebocoran plasma darah. Virus dengue terkenal sekali dalam menyerang sel darah merah pada manusia. Saat virus dengue berhasil menyerang sel darah merah karena sudah mengalahkan sistem imun tubuh maka virus ini akan menyernag seluruh jaringan yang ada pada darah. Akibat dari serangan virus dengue tersebut maka anak akan mengalami kebocoran plasma darah. Kebocoran plasma darah akan membuat dampak yang dapat berujung kematian apabila tidak segera ditangani.

Epistaksis

Epistaksis sebagai Ciri Demam Berdarah Dengue pada Anak

Epistaksis sebagai Ciri Demam Berdarah Dengue pada Anak

Ciri ciri dbd pada anak selanjutnya adalah epistaksis. Istilah epistaksis yang sering dikenal dalam dunia kedokteran adalah penyakit yang akrab dikenal masyarakat dengan mimisan. Mimisan atau pendarahan dalam hidung dapat terjadi saat plasma darah sudah mengalami kebocoran. Beberapa titik pendarahan yang akan terjadi bukan hanya pada hidung melainkan juga pada gusi mulut anak. Saat hal ini terjadi, pembekuan pada darah akan sulit dilakukan karena plasma yang sudah mengalami kebocoran.

Oliguria

Gejala dbd pada anak selanjutnya adalah mereka akan mengalami oliguria. Oliguria atau yang sering dikenal sebagai penyakit penurunan ekskresi urin. Virus dengue saat masuk dan menyerang tubuh ternyata tidak hanya akan menyerang bagian sistem peredaran darah saja. Virus dengue ternyata juga akan menyerang hingga ke ginjal manusia. Saat virus dengue sudah menyerang ginjal maka akan mengakibatkan ginjal terganggu dalam menjalankan fungsinya. Sehingga akan mengakibatkan anak mengalami penurunan ekskresi urin.

Hematemesis

Ilustrasi Hematemesis sebagai Ciri Ciri Demam Berdarah

Ilustrasi Hematemesis sebagai Ciri Ciri Demam Berdarah

Ciri dbd pada anak adalah anak akan mengalami hematemesis. Hematemesis atau yang biasa disebut dengan muntah darah akan terjadi saat anak sedang menderita penyakit demam berdarah dengue. Pendarahan yang terjadi akibat plasma darah yang melebar dan mengalami kebocoran akan mengakibatkan anak mengalami muntah darah. Sistem pencernaan yang sudah menyatu dengan darah segar akan segera dikeluarkan melalui muntah.

Baca Juga : Gejala Awal Demam Berdarah pada Orang Dewasa

Melena

Tanda tanda dbd pada anak yang selanjutnya adalah anak akan mengalami penyakit melena. Melena adalah penyakit dimana saat mengeluarkan feses, feses yang dikeluarkan akan berwarna hitam. Saat demam berdarah dengue menyerang, maka jumlah trombosit akan menurun drastis. Jumlah trombosit yang menurun drastis ini akan mengakibatkan warna feses yang seharusnya kuning menjadi berwarna hitam. Hal ini karena jumlah trombosit yang menurun akan berbanding lurus dengan fungsi yang bisa dijalankannya saat jumlahnya normal.

 

Ciri Ciri Dbd Pada Orang Dewasa

Nyeri Retro Orbital

Ciri DBD Pada Anak, Bayi, dan Orang Dewasa salah Satunya yaitu Nyeri RetroOrbital

Ciri DBD Pada Anak, Bayi, dan Orang Dewasa salah Satunya yaitu Nyeri RetroOrbital

Ciri ciri dbd pada orang dewasa selanjutnya adalah penderita akan mengalami nyeri retro-orbital. Nyeri retro-orbital adalah istilah yang dipakai dalam dunia kedokteran yang mengartikan kondisi dimana bagian belakang mata akan terasa nyeri. Virus yang masuk dan menyerang tubuh juga akan menyerang pada bagian belakang mata. Hal ini akan membuat penglihatan penderita menjadi terganggu.

Nyeri Sendi

Ciri ciri dbd pada dewasa selanjutnya adalah penderita akan mengalami nyeri sendi. Virus dengue sudah sangat dikenal dengan virus yang dapat mengakibatkan breakbone. Ini artinya bahwa virus tersebut juga dapat menyerang hingga ke bagian sendi manusia. Saat sendi manusia sudah diserang oleh virus dengue, maka seluruh tubuh akan merasakan nyeri bahkan saat penderita sedang tidak melakukan aktivitas berat.

Baca Juga : Batas Normal Trombosit saat Tidak Terserang DBD

Hematuria

Hematuria sebagai Ciri Demam Berdarah pada Orang Dewasa

Hematuria sebagai Ciri Demam Berdarah pada Orang Dewasa

Ciri dbd pada orang dewasa selanjutnya adalah penderita akan mengalami hematuria. Hematuria adalah kondisi dimana urin akan bercampur dengan darah. Pendarahan yang terjadi saat plasma darah mengalami kebocoran juga akan berdampak pada sistem ekskresi. Sistem ekskresi yang bermasalah oleh serangan virus dengue akan membuat penderita mengeluarkan urine yang bercampur dengan darah segar.

Menorrhagia

Ciri2 dbd pada orang dewasa yang terakhir adalah penderita akan mengalami menorrhagia. Menorrhagia atau yang sering disebut dengan pendarahan berlebihan yang terjadi saat menstruasi. Pada penderita dbd yang berjenis kelamin perempuan, keadaan dimana plasma darah mengalami kebocoran akan berdampak pada jumlah darah yang dikeluarkan saat menstruasi. Darah yang keluar karena serangan virus dengue yang mengakibatkan plasma darah bocor akan bercampur dengan darah menstruasi sehingga jumlahnya menjadi tidak normal.

Baca Juga : Gejala Lengkap Demam Berdarah pada Bayi

Ciri DBD Pada Anak, Bayi, dan Orang Dewasa admin cukupkan sampai disini, bila ada pertanyaan silahkan tinggalkan komentar.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!